Pages

Total Pengunjung

Property of I-Hikmah . Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan

Mualaf-Mualaf Yang Memiliki Pengaruh Besar Dalam Sejarah Islam



Keluarga Barmakid (600 M – 900 M)

Keluarga Barmakid adalah sebuah keluarga Budha yang berpengaruh dari daerah Balkh, sekarang berada di teritorial Afghanistan. Pada saat Dinasti Umayyah menaklukkan daerah tersebut, pada pertengahan tahun 600-an M, keluarga ini pun memeluk Islam. Setelah revolusi Abbasiyah tahun 750 M, keluarga Barmakid mulai menunjukkan bakat mereka sebagai administrator yang handal. Mereka mewarisi pengalaman nenek moyang mereka yang pernah mengurusi birokrasi kerajaan Persia selama berabad-abad. Pengalaman mengurusi birokrasi yang besar inilah yang tidak dimiliki oleh keluarga Abbasiyah.

Sebagai menteri atau pelaksana pemerintahan, keluarga Barmakid memiliki pengaruh yang signifikan dalam stabilitas kerajaan di akhir abad ke-8, Yahya bin Khalid al-Barmaki adalah adalah salah satu contohnya. Yahya ditunjuk sebagai mentor Harun al-Rasyid yang masih belia kala itu. Hasilnya sudah kita ketahui, Harun al-Rasyid dikenal sebagai khalifah terbaik di zaman Abbasiyah dan berhasil membawa kerajaan tersebut mencapai masa keemasan. Di bawah arahan dan bimbingannya, Harun al-Rasyid membangun hubungan yang baik dengan negara-negara tetangga, menumbuhkan ekonomi progresif, jaminan terhadap para ulama, dan sistem infrastruktur yang menyaingi kemegahan Romawi kuno di zamannya. Keluarga Barmakid lah yang sangat mempengaruhi menajemen perpolitikan dunia Islam yang berlangsung hingga beberapa abad.

Berke Khan (wafat tahun 1266 M)

Ia adalah cucu dari Jenghis Khan sang penakluk dari Mongol. Berke Khan merupakan tokoh penting dalam sejarah Mongol pada pertengahan tahun 1200-an M. Ia adalah raja Dinasti Golden Horde, salah satu generasi yang membawa bangsa Mongol mengecap masa keemasan mereka. Sebagaimana nenek moyangnya, Berke juga menganut paham Shamanisme sebelum ia memeluk Islam. Berke adalah seorang pemimpin yang kuat, ia pernah mengirim pasukan ke Utara pegunungan Kaukasus dan Tenggara Eropa untuk menaklukkan orang-orang Kipchak Turki. Ia juga memobilisasi pasukannya untuk menaklukkan seluruh wilayah Hungaria.

Setelah misi militernya selesai di wilayah-wilayah tersebut, dalam perjalanan pulang menuju Mongol, ia singgah di wilayah Bukhara, tempat dimana rasa keingintahuannya tentang Islam muncul. Lalu ia bertanya tentang Islam kepada penduduk setempat. Mendengar penjelasan-penjelasan tentang Islam, Berke meyakini pesan-pesan yang dibawa oleh agama Islam benar-benar sejalan dengan tujuan penciptaan manusia dan mendamaikan jiwanya yang tidak tenang dalam keyakinan animisme dan dinamisme yang dibawa oleh ajaran Shamaniah. Ia pun memutuskan untuk memeluk agama Islam sekaligus menjadi pemimpin Mongol pertama yang menerima Islam. Keislamannya juga diikuti oleh banyak prajuritnya.

Keislaman Berke dan pasukannya secara otomatis menanamkan jiwa persaudaraan mereka sesama umat Islam. Saat itulah mulai muncul ketegangan ditubuh pasukan Mongol, terutama dengan kubu sepupunya Hulagu Khan dari Dinasti Chagtai. Hulagu Khan adalah penguasa Mongol untuk wilayah bekas-bekas kerajaan Persia, ia dikenal kejam dan sangat mirip dengan kakek mereka Jenghis Khan. Hulagu telah membantai jutaan umat Islam dalam ekspansi-ekspansinya di wilayah-wilayah Islam.

Setelah mendengar jatuhnya Baghdad oleh sepupunya, Hulaghu Khan, pada tahun 1258, dengan penuh keyakinan dan semangat persaudaraan sesama muslim, ia kesampingkan pertalian darah atau nasabnya dengan Hulagu. Ia mengatakan “Hulagu telah memporak-porandakan semua kota-kota Islam dan membunuh khalifah, dengan pertolongan Allah aku akan membalas dan membuat perhitungan dengannya atas banyak darah umat Islam yang ia tumpahkan.” Dengan dukungan pasukan kerajaan Mamluk di Mesir, Berke memobilisasi pasukannya untuk memukul mundur pasukan Hulagu.

Zaganos Pasha (1446–1466 M)

Zagaros Pasha adalah seseorang yang berasal dari Yunani ada juga yang mengatakan seorang Albania. ia direkrut menjadi Yenicheri, korps elit kekaisaran Utsmani. Seperti Yenicheri lainnya, ia dibekali ilmu agama Islam, administrasi pemerintahan, dan pelatihan militer. Ia ditunjuk menjadi mentor dan penasihat calon raja ketujuh Dinasti Utsmani Sultan Mehmed II atau yang lebih dikenal dengan Sultan Muhammad al-Fatih yang masih sangat belia.

Saat Mehmed menjabat sebagai raja Utsmani, Zaragos pun diangkat menjadi seorang menteri. Zaragos selalu dilibatkan dalam semua urusan negara, terutama rencana penaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453. Saat penyerangan Konstantinopel, Zaragos ditugaskan mengepung benteng Konstantinopel dari bagian Utara, dan pasukannya merupakan rombongan pertama yang berhasil menyentuh dinding Konstantinopel yang dikenal begitu kokoh. Peninggalan-peninggalan Zaragos masih tersisa di wilayah Edrine berupa masjid, dapur umum, dan pemandian umum.

Ibrahim Muteferrika (1674 – 1745 M)

Isu yang sering diarahkan kepada kerajaan Utsmani adalah ilmu pengetahuan pada masa kerajaan ini tidak berkembang, stagnan, dan sangat minim dengan inovasi, tidak berbanding dengan luasnya wilayah kerajaan dan lamanya masa kekuasaan mereka. Seorang yang berasal dari Hungaria, Ibrahim Muteferrika, mendengar dan mengamati isu yang beredar ini. Sebagai seorang diplomat yang ditugaskan menjembatani hubungan Utsmani dan Eropa, khususnya Prancis dan Swedia, Ibrahim Muteferrika menangkap peluang dari kebangkitan Eropa (Renaissance) dimana penggunaan mesin cetak menjadi budaya baru dan menurut Ibrahim orang-orang Eropa belum optimal menggunakan alat tersebut. Ia pulang ke Istanbul dengan misi mengembangkan inovasi percetakan dengan alat tersebut.

Ibrahim mulai mencetak dan menerbitkan atlas dunia yang berisikan peta-peta berbagai negara, kamus-kamus, dan buku-buku agama. Di antara hasil percetakannya yang paling terkenal adalah sebuah atlas yang dibuat oleh seorang ahli geograpi yang terkenal, Katip Celebi, yang menggambarkan peta dunia di zaman tersebut dengan tingkat detail dan presisi yang luar biasa. Selain mengembangkan percetakan buku-buku, Ibrahim Muteferrika juga menulis beberapa buku tentang sejarah, teologi, sosiologi, dan astronomi.

Alexander Russel Webb (1846 – 1965 M)

Di akhir abad 19, dunia jurnalistik Amerika mulai memasuki era baru. Pengaruh dunia tulis-menulis sangat besar dan efektif dalam membentuk opini di masyarakat. Salah seorang yang berperan dalam perkembangan tersebut adalah Alexander Russel Webb. Awalnya, Webb adalah seseorang yang beragama Kristen, namun semakin hari agama tersebut malah menimbulkan keraguan baginya, hingga hilanglah kepercayaannya dengan agama Kristen.

Setelah kepercayaan terhadap agama Kristen hilang, ia mulai membuka diri dan mempelajari agama-agama selain Kristen. Dan tiba-tiba ia merasakan ketertarikan terhadap Islam. Ketika ditunjuk pemerintah Amerika untuk menjadi salah satu pejabat kedutaan Amerika di Philipina tahun 1887, ia menggunakan kesempatan ini untuk berkorespondensi dengan temannya, seorang penganut Ahmadiyah dari India dan bertanya tentang Islam kepadanya.

Meskipun keislamannya dimulai dengan menganut paham Ahmadiyah, ia terus mengembangkan wawasan keislamannya dengan menuntut ilmu ke berbagai negeri Islam dan bertemu dengan para ulama-ulama Islam sehingga ia mendapatkan pemahaman yang baik tentang Islam dan terlepas dari pengaruh Ahmadiyah.

Tahun 1893, ia mengundurkan diri dari dunia diplomatik dan kembali ke Amerika. Di negeri Paman Sam inilah ia memulai dakwahnya menyeru kepada Islam. Dengan kemampuan jurnalistiknya, ia menulis beberapa buku dan kolom-kolom opini di media masa menjelaskan kepada masyarakat Amerika tentang Islam. Di awal abad 20, ia semakin dikenal sebagai seorang muslim yang giat dan vokal dalam mendakwahkan Islam di Amerika, bahkan Sultan Utsmani, Sultan Abdul Hamid II, memberinya gelar kehormatan dari kerajaan sebagai apresiasi terhadap apa yang telah ia lakukan. Alexander Russel Webb wafat pada tahun 1916 dan dimakamkan di New Jesrey. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya.

Malcolm X (1925 – 1965 M)

Banyak hal yang bisa diceritakan dari perjalanan hidup Malcolm X karena perjalanan hidupnya tidak semulus tokoh-tokoh sebelumnya. Hidupnya sempat diwarnai rekam jejak negatif. Terlahir sebagai seorang kulit hitam adalah sebuah masalah di zamannya, karena masyarakat Amerika masih memarjinalkan orang-orang kulit hitam. Malcolm memulai masa mudanya yang keras dan berusaha menunjukkan eksistensinya di kehidupan, walaupun terkadang itu membawa masalah bagi dirinya sendiri. Ia pernah dikeluarkan oleh sekolahnya dan masuk bui di tahun 1946 karena kasus kriminal yang ia lakukan.

Selama 8 tahun mendekam di jeruji besi, Malcolm mulai terpengaruh dengan pemikiran “Negara Islam” yang dibawa oleh salah satu kelompok yang menyimpang yang didirikan pada tahun 1900-an. Kelompok ini mengkampanyekan supremasi orang-orang kulit hitam dan ras kulit putih adalah kelompok setan. Tentu saja latar belakang berdirinya kelompok ini adalah penindasan yang dilakukan oleh orang-orang kulit putih terhadap orang-orang kulit hitam. Setelah bebas dari penjara, Malcolm bertemu dengan “Nabi” gerakan NOI (Nation of Islam), Elijah Muhammad, Malcolm pun diangkat sebagai mentri dalam NOI.

Pada tahun 1950-an, Malcolm menduduki jabatan tertinggi dalam kelompok ini. Hal itu dikarenakan kecerdasannya dan retorikanya yang baik. Di era kebebasan Amerika kala itu, Malcolm menjadi seorang pejuang hak asasi yang terkemuka. Ia mengadvokasi hak-hak warga Amerika keturunan Afrika agar menjadi setara dengan orang-orang kulit putih. Perjuangan Malcolm ini sama halnya dengan Martin Luther King yang berusaha menjadikan hak warga kulit hitam setara dengan kulit putih, hanya saja, perjuangan Malcolm cenderung lebih keras dan radikal.

Tahun 1950-an terjadi transformasi lagi pada ideologi Malcolm, ia mulai melihat celah dan kekeliruan gerakan Nation of Islam. Ia pun meninggalkan gerakan ini dan mulai mengkaji Islam, mencari nilai-nilai murni dari ajaran Islam yang penuh kedamaian. Ketika ber-haji di tahun 1964, saat itulah ia menemukan hakikat ajaran Islam. Ia pulang ke Amerika lalu mengajarkan dan menyebarkan nilai-nilai dan ajaran-ajaran tersebut ke warga Afrika-Amerika di lingkungannya.

Di masa-masa perubahan ini pulalah Malcolm mulai angkat bicara tentang penyimpangan paham Nation of Amerika. Satu demi satu anggota Nation of Islam keluar dari gerakan tersebut, namun tidak sedikit pula anggota-anggota gerakan ini yang membenci dan memusuhinya. Puncaknya adalah pembunuhan terhadap dirinya pada tahun 1965 oleh anggota gerakan Nation of Islam.

Walaupun masa keislamannya tidak begitu lama, Malcolm X dianggap memiliki pengaruh besar bagi perjuangan umat Islam di Amerika dan persamaan hak warga kulit hitam yang termarjinalkan.

Oleh ustadz Nur Fitri Hadi, MA

Artikel www.KisahMuslim.com

Mengapa Harus Kartini?


Ditulis oleh TIAR ANWAR BACHTIAR
Disadur dari website www.insistnet.com

Mengapa harus Kartini? Mengapa setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Pada dekade 1980-an, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsya W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik pengkultusan R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia. Tahun 1988, masalah ini kembali menghangat, menjelang peringatan hari Kartini 21 April 1988. Ketika itu akan diterbitkan bukuSurat-Surat Kartini oleh F.G.P. Jacquet melalui penerbitan Koninklijk Institut voor Tall-Landen Volkenkunde (KITLV).

Tulisan ini bukan untuk menggugat pribadi Kartini. Banyak nilai positif yang bisa kita ambil dari kehidupan seorang Kartini. Tapi, kita bicara tentang Indonesia, sebuah negara yang majemuk. Maka, sangatlah penting untuk mengajak kita berpikir tentang sejarah Indonesia. Sejarah sangatlah penting. Jangan sekali-kali melupakan sejarah, kata Bung Karno. Al-Quran banyak mengungkapkan betapa pentingnya sejarah, demi menatap dan menata masa depan.

Banyak pertanyaan yang bisa diajukan untuk sejarah Indonesia. Mengapa harus Boedi Oetomo, Mengapa bukan Sarekat Islam? Bukankah Sarekat Islam adalah organisasi nasional pertama? Mengapa harus Ki Hajar Dewantoro, Mengapa bukan KH Ahmad Dahlan, untuk menyebut tokoh pendidikan? Mengapa harus dilestarikan ungkapan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani sebagai jargon pendidikan nasional Indonesia? Bukankah katanya, kita berbahasa satu: Bahasa Indonesia? Tanyalah kepada semua guru dari Sabang sampai Merauke. Berapa orang yang paham makna slogan pendidikan nasional itu? Mengapa tidak diganti, misalnya, dengan ungkapan Iman, Ilmu, dan amal, sehingga semua orang Indonesia paham maknanya.

Kini, kita juga bisa bertanya, Mengapa harus Kartini? Ada baiknya, kita lihat sekilas asal-muasalnya. Kepopuleran Kartini tidak terlepas dari buku yang memuat surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat Eropanya, Door Duisternis tot Licht, yang oleh Armijn Pane diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini diterbitkan semasa era Politik Etis oleh Menteri Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan Hindia Belanda Mr. J.H. Abendanon tahun 1911. Buku ini dianggap sebagai grand idea yang layak menempatkan Kartini sebagai orang yang sangat berpikiran maju pada zamannya. Kata mereka, saat itu, tidak ada wanita yang berpikiran sekritis dan semaju itu.

Beberapa sejarawan sudah mengajukan bukti bahwa klaim semacam itu tidak tepat. Ada banyak wanita yang hidup sezamannya juga berpikiran sangat maju. Sebut saja Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (terakhir pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita.

Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.

Kalau Kartini hanya menyampaikan Sartika dan Rohana dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang ber inisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).

Kalau saja ada yang sempat menerbitkan pikiranpikiran Rohana dalam berbagai surat kabar itu, apa yang dipikirkan Rohana jauh lebih hebat dari yang dipikirkan Kartini. Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fa -timah dari Aceh, klaim-klaim ke terbe lakang an kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita.

Di Aceh kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati. Aceh juga pernah dipimpin oleh Sultanah (sultan wanita) selama empat periode (1641-1699). Posisi sulthanah dan panglima jelas bukan posisi rendahan.

Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.

Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus menda -pat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan, begitu kata Rohana Kudus.

Bayangkan, jika sejak dulu anak-anak kita bernyanyi: Ibu kita Cut Nyak Dien. Putri sejati. Putri Indonesia..., mungkin tidak pernah muncul masalah Gerakan Aceh Merdeka. Tapi, kita bukan meratapi sejarah, Ini takdir. Hanya, kita diwajibkan berjuang untuk menyongsong tak dir yang lebih baik di masa depan. Dan itu bisa dimulai dengan bertanya, secara serius: Mengapa Harus Kartini?

Nasihat Kepada Kaum Muslimin: Ketahuilah, Cadar, Celana Ngatung dan Jenggot bukan Ciri-ciri Teroris!!!


Ketahuilah wahai kaum muslimin, memakai cadar bagi wanita muslimah, mengangkat celana hingga tidak menutupi mata kaki dan membiarkan jenggot tumbuh bagi seorang laki-laki muslim adalah bagian dari ajaran agama dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan terorisme, sebagaimana yang akan kami jelaskan bukti-buktinya -insya Allah- dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta penjelasan para ulama umat.
Benar bahwa sebagian teroris juga mengamalkan ajaran-ajaran agama ini, namun apakah setiap yang mengamalkannya dituduh teroris? Kalau begitu, bersiaplah menjadi bangsa yang teramat dangkal pemahamannya. Maka inilah keterangan ringkas yang insya Allahdapat meluruskan kesalahpahaman.

Pertama: Dasar syari’at menggunakan cadar bagi wanita muslimah

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)
Perhatikanlah, ayat ini memerintahkan para wanita untuk menutup seluruh tubuh mereka tanpa kecuali. Al-Imam As-Suyuthi rahimahullah berkata, “Ayat hijab ini berlaku bagi seluruh wanita, di dalam ayat ini terdapat dalil kewajiban menutup kepala dan wajah bagi wanita.” (Lihat Hirasatul Fadhilah, hlm. 51 karya Asy-Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaidrahimahullah)
Juga firman Allah Ta’ala:
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ
“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung (sampai) ke dadanya.” (An-Nur: 31)
Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, “Semoga Allah Ta’ala merahmati para wanita generasi awal kaum Anshar. Ketika Allah Ta’ala menurunkan ayat, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung (sampai) ke dadanya.” (An-Nur: 31), maka mereka langsung memotong-motong kain mereka dan berikhtimar (menutup wajah) dengannya.” (HR. Al-Bukhari, no. 4480)
Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan makna berikhtimar dalam hadits di atas adalah, “Para wanita sahabat Anshar menutup wajah mereka.” (Fathul Bari, 8/490)

Kedua: Dasar kewajiban mengangkat celana hingga tidak menutupi mata kaki bagi laki-laki muslim

Banyak sekali dalil yang melarang isbal (memanjangkan pakaian sampai menutupi mata kaki bagi laki-laki). Diantaranya sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu:
ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار
“Bagian kain sarung yang terletak di bawah kedua mata kaki maka tempatnya neraka.” (HR. Al-Bukhari, no. 5450)
Juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits Abu Dzar radhiyallahu’anhu:
ثلاثة ٌ لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا ينظر إليهم ولا يزكيهم ولهم عذابٌ أليم قال فقرأها رسول الله {صلى الله عليه وسلم} ثلاث مرار قال أبو ذر خابوا وخسروا من هم يا رسول الله قال المسبل والمنان والمنفق سلعته بالحلف الكاذب
“Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat. Tidak dilihat (dengan pandangan rahmat), tidak disucikan dan akan mendapatkan azab yang pedih (dikatakan sebanyak tiga kali). Berkata Abu Dzar, “Mereka telah celaka dan merugi, siapa mereka itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mereka adalah seorang yang memanjangkan pakaiannya sampai menutupi mata kaki,  seorang pengungkit pemberian dan seorang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim, no. 306)

Ketiga: Dasar kewajiban membiarkan jenggot tumbuh bagi laki-laki muslim

Dalam hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
خالفوا المشركين وفروا اللحى وأحفوا الشوارب
“Berbedalah dengan orang-orang musyrik; biarkan jenggot tumbuh lebat dan potonglah kumis.” (HR. Al-Bukhari, no. 5553)
Juga dalam hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
أحفوا الشوارب وأعفوا اللحى
“Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim, no. 623)
Dan masih banyak hadits lain yang menunjukkan perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk membiarkan jenggot tumbuh, sedangkan “perintah” hukum asalnya adalah “wajib” sepanjang tidak ada dalil yang “memalingkannya” dari hukum asal.
Demikianlah penjelasan ringkas dari kami, semoga setelah mengetahui ini kaum muslimin lebih berhati-hati lagi dalam menyikapi orang-orang yang mengamalkan sejumlah kewajiban di atas. Tentu sangat tidak bijaksana apabila kita mengeneralisir setiap orang yang tampak kesungguhannya dalam menjalankan agama sebagai teroris atau bagian dari jaringan teroris.
Peringatan: Ketahuilah wahai kaum muslimin, minimal ada dua resiko berbahaya apabila seorang mencela dan membenci satu kewajiban agama atau mencela dan membenci orang-orang yang mengamalkannya:
Pertama: Berbuat zalim kepada wali-wali Allah, sebab wali-wali Allah yang hakiki adalah orang-orang yang senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, baik perintah itu wajib maupun sunnah.
Allah Ta’ala berfirman:
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ  الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Yunus: 62-63)
Jangan sampai kita berbuat dua kesalahan sekaligus; tidak mengamalkan kewajiban dari Allah Ta’ala, masih ditambah lagi dengan perbuatan zalim kepada orang-orang yang mengamalkan kewajiban tersebut.
Barangsiapa yang memusuhi wali Allah, dia akan mendapatkan kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla. Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
إن الله قال من عادى لي ولياً فقد آذنته بالحرب وما تقرب إلى عبدي بشئ أحب إلى مما افترضته عليه وما يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها ورجله التي يمشي بها ولئن سألني لأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه
“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai daripada amal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal sunnah sampai Aku mencintainya. Apabila Aku sudah mencintainya maka Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah. Kalau dia meminta kepada-Ku pasti akan Aku beri. Dan kalau dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti akan Aku lindungi”.” (HR. Bukhari, no. 6137)
Faidah: Para ulama menjelaskan bahwa makna, “Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah” adalah hidayah dari Allah Ta’ala kepada wali-Nya sehingga ia tidak mendengar kecuali yang diridhai Allah, tidak melihat kepada apa yang diharamkan Allah, dan tidak menggunakan kaki dan tangannya kecuali untuk melakukan kebaikan (lihat Syarhul Arba’in An-Nawawiyah, hadits ke-38 oleh Asy-Syaikh Al-’Utsaimin rahimahullah).
Kedua: Perbuatan tersebut bisa menyebabkan kekafiran, sebab mencela dan mengolok-olok ajaran agama atau mengolok-olok orang-orang yang menjalankannya  (karena mereka mengamalkan ajaran agama) termasuk kekafiran kepada Allah Ta’ala.
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang mengolok-olok satu bagian dari ajaran Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, atau mengolok-olok pahalanya maupun siksanya maka dia telah kafir.” (Nawaqidul Islam, ke-6)
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (At-Taubah: 65-66)
Demikian pula, membenci satu bagian dari syari’at Allah Jalla wa ‘Ala, baik yang wajib maupun yang sunnah, atau membenci pelakunya (disebabkan karena syari’at yang dia amalkan) merupakan kekafiran kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata, “Barangsiapa membenci suatu ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam walaupun dia mengamalkannya, maka dia telah kafir.” (Nawaqidul Islam, ke-5)
Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ
“Demikianlah (mereka kafir) karena mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah, lalu Allah menghapuskan amalan-amalan mereka.” (Muhammad: 9)
Maka berhati-hatilah wahai kaum Muslimin dari kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla.
Kemudian kepada Ikhwan dan Akhwat yang telah diberikan hidayah oleh Allah Ta’ala untuk dapat menjalankan kewajiban-kewajiban di atas, hendaklah kalian bersabar dan tetap tsabat(kokoh) di atas sunnah, karena memang demikianlah konsekuensi keimanan, mesti ada ujian yang menyertainya.
Dan wajib bagi kalian untuk senantiasa menuntut ilmu agama dan menjelaskan kepada umat dengan hikmah dan lemah lembut disertai hujjah (argumen) yang kuat agar terbuka hati mereka -insya Allah- untuk menerima kebenaran berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salaful ummah, bukan pemahaman teroris.
Wallahul Musta’an.

MEKAH Sebagai Pusat Superkontinen (Pangea) Sepanjang Masa 7 Giga Annum Umur Tatasurya


Intermezzo:
“…Secara pribadi postingan kali ini sunguh sangat menarik sekali bagi sy. ‘Mekah sebagai Pusat Superkontinen (Pangea) sepanjang masa 7 giga annum umur tatasurya’ merupakan paper luarbiasa yang disusun oleh Bapak Maryanto. Melalui via Japri (jalur pribadi) sy mendapatkan izin langsung untuk menampilkan paper tersebut. Terlepas dari benar ato salah, semoga penyajian postingan berikut inisetidaknya dapat menggugah daya analisis sains kita bersama pada Earth yang begitu cantik nan elok atas kuasa Yang Maha Mencipta & Mengatur. Selamat membaca J …”
Tentang Penulis:
Drs. Maryanto M.Sc., lahir di Sempol, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, tgl 8 Maret 1959. Menyelesaikan Fisika, FMIPA, UGM, Yogyakarta th 1985, dan Master Teknik Geologi, FIKTM, ITB, Bandung, th 2003. Bekerja di PT Caltex Pacific Indonesia (sekarang PT Chevron Pacific Indonesia), sejak 1985 hingga kini (2008). E-mail: maryanto7@yahoo.com ; maryant@chevron.com
Up to date, Situs THEORY SALAM : http://salamology.wordpress.com
Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamin. Segala puji bagi Allah. Atas kehendak-Nya, maka akan selalu bertambah bukti-bukti kebenaran Qur’an, seperti pada Fushshilat (41): 53: “Akan Kami perlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segenap penjuru dan di dalam diri mereka sendiri sehingga jelas bagi mereka bahwasanya Al Qur’an adalah yang benar”.
1. Apakah Ummul Qura berarti Ibu Negeri (pusat) seluruh benua-benua dunia ?
Asy Syuuraa (42):7. “Wa kaa dzaalika auhainaa ilaika qur-aanan “arrabiyyal li tundzira ummal quraa wa man haulahaa wa tundzira yaumal jam’i la raaiba fiihi fariiqun fil jannati wa fariiqun fis sa’iir”.“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (ibu negeri, Mekah) dan penduduk (negeri- negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya, segolongan dalam surga dan segolongan (lagi) dalam neraka”.
Mekah berkemungkinan besar sebagai engsel lempeng di tengah superkontinen (gabungan semua benua dunia) telah di tunjukkan pada gambar 1 (a, b, c), yang di lihat Maryanto di bulan Oktober 2000. Gambar menakjubkan ini bisa di sebut sebagai awal gagasan Teori SALAM, yakni perbaikan Teori Lempeng Tektonik, dan seberkas keterangan Pakem Evolusi Jagadraya, menuju dunia sejahtera.
Gambar itu tertua adalah di buat th 1915 oleh Alfred Wagener, meteorologist Bangsa Jerman (gb. 1a). Penggagas awal Teori Kontinental Drift ini nyatakan bahwa benua-benua bergerak di bawa oleh arus. Semua benua-benua pernah menjadi satu, sebagai superkontinen, yang di sebut Pangaea (Pangea, semua darat, bhs. Latin). Beliau saat itu sebut Pangea terjadi pada 200 Ma “Million annum” (juta tahun) lalu. Prediksi umur itu telah amat bagus, dengan simpangan amat kecil (7 Ma) dari batas akhir penggabungan semua benua, yakni 277 – 207 Ma, semasa PermianTriassik. Ide ini di perbaiki oleh Carey, 1945 (gbr. 1b.) dan Diet & Holden, 1970 (gbr. 1c.). Gambar asterik (*), disebutkan mereka sebagi pusat hemisphere Pangea, ternyata selalu berada di Timur Tengah, dan berturut-turut di lokasikan di sekitar kota Aswan, Riyad, dan Laut Tethis. Dengan anggapan simpangan pengukuran sekitar 2 % (800 km) dari keliling bumi, maka terlihatlah lingkaran merah di buat oleh Maryanto, di mana Mekah selalu masuk dalam lingkarannya.
Johnson, 1998, menunjukkan peta geologi permukaan (gbr. 3, dan 4). AAN (Anticline of Arabian – Nubian ) , warna abu-abu pada gambar 5, dengan batuan di tengahnya berumur Archean (~ 3 Ga), serta pinggirnya berumur 0.5 Ga. Mekah ada di sekitar tengah AAN ini. Antiklin adalah struktur lapisan dengan umur sama maka lebih dangkal di tengahnya. Ini juga disebut daerah orogenesa, atau dataran tinggi, atau “shield” (tameng). Collins, 2003, menyatakan bahwa hanya ada dua superplume (arus pusar naik terkuat) di bumi, yakni Dekat Afar dan Pasifik Selatan. Afar adalah ujung selatan Laut Merah. AAN lebih mungkin sebagai yang di maksudkan “dekat Afar” itu. Gambar Collins, (gbr. 2), juga memperlihatkan AAN bergerak putar melingkar searah jarum jam mengelilingi suatu titik di katulistiwa M(~50 E; 0 N), sebesar 165 derajad selama 458 Ma. Di hitung kemudian, bahwa selama 700 Ma, pergerakan AAN akan 252 derajad, atau 0.7 keliling lingkaran.
Untuk selama 7 Ga umur tatasurya nanti, AAN mengelilingi 7 kali. (Dr. Moedji Raharto, Boscca, 2000, sebut tatasurya akan berumur 7 Ga, dan sudah 4.6 Ga). Gerak ini di sebut gerak SEMPOL (“ Seven clock ways rotating to M(~50 E; 0 N) Evolving Mid Pangea Over 7 giga annum Long”). Semua himesphere Pangea (kumpulan benua-benua, terpisah laut atau tak terpisahkan laut) bergerak berputar mengelilingi titik M. Titik ini berada di katulistiwa dan di tenggara Arab. Semakin pinggir dari himesphere Pangea, kecepatan putarnya akan semakin besar, dan terbesar 6 cm/tahun.
An Naml (27): 88:
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka mereka tetap di tempatnya, padahal mereka berjalan seperti jalannya awan”.
Semua gambar memperkuat adanya kemungkinanan AAN (dimana Mekah ada di tengahnya) adalah sebagai engsel tengah lempeng himesphere kontinen-kontinen, termasuk sewaktu semua kotinen menjadi satu atau sedang terpisahkan oleh laut, selama umur bumi ini.
Sejak Big Bang sekiatr 18.6 Ga, maka seluruh jagadraya yang semula sebesar bola tenis, meledak, menimbulkan panas yang amat tinggi, lalu massa menyebar, mengembang. Kini Jagadraya berupa piring dengan jari-jari 17.1 Ga cahaya.
Al Anbiya’(21): 30
“Apakah orang-orang kafir itu tidak melihat bahwa langit dan bumi semula padu, dan kemudian Kami pisahkan mereka itu keduanya”.
Adz Dzaariyaat(51): 47
“Dan langit Kami bangun dengan kekuatan, dan Kamilah yang meluaskannya”.
Pada 11.6 Ga lalu, yakni 7 Ga setelah Big Bang, maka terjadi kolapse gravitasi, yang menjadikan sekitar 100 milyard galaksi (termasuk Bimasakti). Lalu 7 Ga kemudian, yakni pada 4.6 Ga lalu, terbentuklah tatasurya. Ini berarti langit telah di bentuk dalam 2 masa pereode 7 Ga. Apakah ini arti dari ayat berikut ?
Fush shilat (41): 12: “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa….”
Sejak awal terbent uknya bumi yang pada 4.6 Ga lalu berupa gas hydrogen, berkumpullah massa menjadi bola. Kemudian terjadilah pemampatan, dan reaksi atom, serta zat yang densitasnya tinggi menuju pusat inti bumi, dan yang zat ringan menuju pinggir bumi. Akhirnya 30 % luas permukaan bumi terdiri sebagi kontinen, yang tentu paling tengah himesphere kontinenlah yang terjadi pertama kali, sekitar 4.4 Ga lalu.
Ali Imron (3):96.
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”
Jarak Bumi-Matahari adalah 8 menit cahaya (150.000.000 km) Jagadraya berupa kumpulan massa berbentuk cakram, jari-jari 17.1 Ga cahaya. (catatan: jarak 1 detik cahaya = 300.000 km). Studi lanjut menunjukkan bahwa kutub utara bumi akan selalu di kutub utara jagadraya, dan kutub selatan bumi selalu di kutub selatan jagadraya. Bumi, selain ber-rotasi pada porosnya sehari semalam, serta revolusi mengelilingi matahari setahun sekali, maka lempeng (kulit) bumi yang berupa 1 % tebal jari-jari bumi, terputar dengan gerak SEMPOL, atau AAN mengelilingi sumbu putar Intibumi ke M(~50 E; 0 N), 7 kali searah jarum jam, selama 7 ga umur tatasurya. Akibat gerak SEMPOL, maka bisa di anggap AAN-nya diam, lalu semua benda di atas equator bumi, misal matahari, akan relatif bergerak lawan arah jarum jam, 7 kali selama 7 Ga. Karena semua bendaangkasa berada diatas equator bumi, maka karena SEMPOL, maka semua benda angkasa berputar 7 kali lawan arah jarum jam, selama 7 ga umur tatasurya.
Apakah itu semua tawaf ?
Sejak lahirnya bumi pada 4.6 Ga lalu, maka bumi telah mengalami 6 masa (pereode 700 Ma). Apakah ini arti 6 masa (yaum) pada 7 surat berikut? :
Al Aa’raaf (7): 54:
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy.” Juga pada Yunus (10):3, Huud (11):7, As Sajdah (32): 4, Qaaf (50):38, Al Hadiid (57):4. Yang di perjelas pada Fush Shilat (41): 9-12.
2. Teori Lempeng Tektonik.
Teori lempeng tektonik berkembang sejak 1967, dan dengan cepat teori ini banyak di terima masyarakat. Ide ini telah muncul sekitar 350 th sebelumnya, yakni 1596, lalu menjadi teori Kontinental Drift hingga 1970’an.
Bentuk pantai barat Afrika dan pantai timur Amerika Selatan, adalah awal ide teori pergerakan benua ini. Penulis itu antara lain 1596 Abraham Ortelius, 1620 Sir Francois Bacon, 1666 Francois Placet, 1756 Theodor Christoph Lilienthal, 1801 and 1845 Alexander von Humbolt, 1858 Antonio Snider-Pellegrini. James Hutton dan Sir Lyell di abad 19 mengembangkan teori katastropi, bahwa tak ada kekuatan yang bisa merubah
drastis tanpa kejadian drastis. Maka 1882 Oswald Fisher sebut Bulan adalah bagian kulit bumi Lautan Pasifik. Teorinya, bumi di tabarak oleh benda sebesar Mars, lalu bagian kulit bumi itu terlempar keluar bumi, menjadilah Bulan. Teori ini hingga kini masih ada yang percaya.
Konsep uniformitas di ungkapkan fisikawan FB. Taylor 1910, dan Alfred Wagener 1912 sebagai Kontinental Drift. Konsepnya di terbitkan th 1915 (bhs. Jerman), dan translasi bhs Inggris 7 th kemudian (1922). Setelah 1967, Teori Lempeng Tektonik di prakarsai oleh : McKenzie, Parker, Morgan.
3. Teori SALAM.
SALAM singkatan “Seven to n-th power of ten – Annum Long of Age – and Minor” cycle, adalah jumlahan fungsi- fungsi siklus sinusoidal amplitudo versus waktu dengan pereode (dalam tahun “annum”): 7 a, 70 a, 700 a, 7 Ka “Kilo annum”, 70 Ka, 700 Ka, 7 Ma “Million annum”, 70 Ma, 700 Ma, 7 Ga “Giga annum”, 70 Ga, dengan amplitude sinusoidalnya sekian kali lipat lebih besar untuk gelombang berperiode lebih panjangnya,
dan dengan siklus minornya: setahun, sebulan, seminggu, sehari, lalu semua periode gelombang partikel hingga terpendek, 1×10^23 putaran perdetik (“Hz.”) (Maryanto, 2003). Data penunjangnya lebih dari 20 data lokal dan global, serta universal, termasuk dan tak terbatas pada global – lokal: stratigrafi, tektonik, muka laut, temperatur, curah hujan, pergerakan kutub, perubahan magnetik, evolusi biota, sejarah, dan ekonomi.
Simpangan pengukuran (deviasi standar, “error”) SALAM amatlah kecil, yakni sekitar 10% dari setiap periodenya, dan ini jauh lebih kecil dari pada simpangan pengukuran datanya. Ini menunjukkan Siklus SALAM ber-probabilitas atas keberadaannya di alam yang amat tinggi (sekitar 90 %), mempersempit kesalahan pengukuran data-datanya, memprediksi dengan lebih baik pada daerah dengan data yang sedikit, untuk semua waktu yang telah ada, yakni dari Big Bang, juga waktu yang mungkin akan datang.
Dari data-data itu, penulis menyimpulkan bahwa semua evolusi parameter fisika di jagadraya dipengaruhi oleh hanya sebuah fungsi gelombang induk ini, yang telah mengontrolnya sepanjang sejarah jagadraya, dan akan terus mengkontrolnya. Teori Gelombang SALAM menerangkan bahwa bumi, selain berputar pada porosnya sehari semalam dan berevolusi mengitari matahari selama setahun sekali edar, maka bumi relatif terhadap matahari dengan waktu bertambah, adalah bergerak spiral dengan Siklus SALAM (Maryanto, 2004). Kalender SALAM adalah gambaran urutan kejadian jagadraya.
Siklus SALAM adalah suatu persamaan gelombang waktu dan satuan panjang (jarak, “space”). Diskripsi gelombang “space” akan di bantu dengan Gelombang ARIF “Alternating compression extenstion pereodically in space and time Results in Imaging a Form of wave”. Gambaran strukturnya di sebut Flower Structure of SYUKUR “Structural plate or mass Yielded by Unrested convection flow as Key Unifying fragmented plate or mass Reference” menunjukkan adanya flower stucture berbagai tingkat dari tingkat skala atom hingga skala jagadraya. Pusat Pangea di sebut AAN, dengan putaran Pangea di sebut SEMPOL. Skala waktu geologinya untuk di gabung dengan nama stratigrafi cekungan di Indonesia di sebut SLEMAN “Stratigraphy Lexicon
Elevates Mines Available Nomenclature”, dalam menerangkan sejarah tektonik Indonesia, SDEKAH (“Sunda plate Development in Earth’s convection with Kalimantan as Anticlinal Hystory”).
4. Korelasi SALAM dengan Parameter Fisis Bumi dan Jagadraya.
Gambar 6a, 6b: Kalender SALAM sepanjang 70 Ga, dengan 10 grafik, di mana grafik sebelah kanannya adalah pembesaran bagian grafik kirinya yang di beri tanda kotak merah. Grafik ini menggambarkan bumi (selain ber-rotasi selama sehari dan ber-revolusi mengitari matahari selama setahun), bumi bergerak spiral terhadap matahari dengan jalur edar Gelombang SALAM. Dengan bertambahnya waktu (satuan tahun), maka semakin kecil harga SALAM (menyimpang ke arah kiri pembaca), berkorelasi dengan mendekatnya bumi ke matahari, gaya gravitasi matahari ke bumi semakin kuat, energi elektromagnetik semakin kuat, global temperatur naik, bumi memuai, bumi mengembang, semua lapisan bumi termasuk lithosfer dan kerak bumi bergerak mengembang (“divergent”), kontinental mengembang, jari-jari himespere Pangea (kumpulan semua benua) memanjang, sesar syn rift (“postrift”, “sagging”), sedimentasi syn-rift, muka laut naik, transgresi, curah hujan menurun, tenaga transportasi air pada sedimen mengecil, ukuran butir sedimen mengecil, jumlah batuan induk hidrokarbon meningkat, jumlah gempa menurun. Dan dengan temperatur naik dari 0 K ke OLT (“Optimum Life Temperature”), maka jumlah famili spesies biota naik, ekonomi membaik. Untuk kenaikan temperatur dari OLT ke lebih panas, maka jumlah famili spesies turun, ekonomi memburuk, bunga bank mengecil, jumlah pegawai menurun, jumlah perumahan terkontrak mengecil, dll.
Sebaliknya, dengan bertambahnya waktu, dengan harga SALAM naik (kearah kanan pembaca), maka bumi semakin ajuh dai matahari, gaya gravitasi matahari ke bumi semakin lemah, energi elektromagnetik semakin lemah, global temperatur turun, bumi menyusut, bumi mengempis, semua lapisan bumi termasuk lithosfer dan kerak bumi bergerak mengkerut (“convergent”, terjadi sesar wrench), kontinental mengkerut, jari-jari himespere Pangea mengecil, sesar inversi (“syn orogenik”), sedimentasi inversi, mukalaut turun, regresi, curah hujan naik, tenaga transportasi air pada sedimen membesar, ukuran butir sedimen membesar, jumlah batuan induk hidrokarbon menyusut., jumlah gempa meningkat Temperatur turun dari amat panas ke OLT (“Optimum Life Temperature”), jumlah famili spesies biota naik, ekonomi membaik. Bila temperatur turun dari OLT kelebih 0 K, maka jumlah famili spesies turun, ekonomi memburuk.
5. Manfaat Kalender SALAM.
Teori SALAM sebagi seberkas Pakem aturan Evolusi Jagadraya ini untuk keselamatan dan kesejahteraan umat. Ini memprediksi gempa (gempa tektonik, tsunami, gunung meletus), juga sejahtera dengan perbaiki prediksi mengangkat tambang. Kalender SALAM ini akan banyak gunanya, karena sepertinya semua perubahan parameter alam, di kontrol oleh satu fungsi itu. Bukankah kita sudah berhasil memperediksi waktu-waktu gerhana matahari atau bulan untuk semuanya di seribu tahun kedepan dengan kesalahan
dalam menit saja ? Begitulah harapan tahun-tahun prediksi gempa berikut.
Fungsi itu misalnya untuk memperbaiki prediksi, deduksi, mengetahui parameter global berikut:
[1] Memperbaiki siklus sekwen stratigrafi, mendifiniskan nama-nama sekwen secara digit, order 0, 1, 2, 3, 4, dst, sebagai siklus pereode sinusoidal berturut-turut: 7 Ga, 700 Ma, 70 Ma, 7 Ma, 70 Ka, dst. Nama dan umur sekwen menjadi berturut-turut, MU0-MU9, M1-M9, M00-M99, M000-M999, M000.0-M999.9, dst. M singkatan Masa untuk waktunya, atau “Maryanto” untuk nama formasinya.
[2] Memperbaiki siklus tektonik versus waktu, kompresi sewaktu pergerakan SALAM membesar versus waktunya, dan divergensi sewaktu pergerakan SALAM mengecil. Pada setiap pereode kompresi-ekstensi, terdapat 10 parasequence phase tectonik.
[3] Memperbaiki prediksi bentuk struktur lapisan, dengan gelombang lateral ARIF, menamakan tingkat-tingkat (order) sesar dari tingkat atom, molekul, lalu membesar ke subsubbasin, subbasin, basin, bumi, tatasurya, galaksi, hingga jagadraya, memperbaiki prediksi adanya sesar-sesar pada daerah dengan sedikit data.
[4] Menentukan lokasi antiklin berikutnya (tempat di mana minyak mungkin terperangkap) di sekitar antiklin-antiklin yang sudah di ketahui lokasinya. Juga memperbaiki prediksi penentuan lokasi- lokasi subbasin tempat batuan induk hidrokarbon berada), guna mencari lokasi subbasin yang juga ada minyaknya di sekitar cekungan yang banyak minyak.
[5] Mengetahui secara vertikal ukuran batuan lapisan, mengecil atau membesar, guna mengetahui di mana daerah sedimen berporositas besar (sebagi reservoar), atau porositas kecil (sebagi tudung reservoar, atau batuan induk minyak).
[6] Memperbaiki prediksi lokasi- lokasi tambang (emas, perak, tembaga, dll).
[7] Memperbaiki prediksi waktu kapan suatu lokasi (kota pantai) akan tenggelam oleh perubahan muka laut.
[8] Perbaiki prediksi waktu dan tempat gempa (earthquake, tsunami, gempa gunung), untuk meminimasi dampak.
[9] Perbaiki prediksi global warming, kapan dan seberapa tinggi temperatur global.
[10] Perbaiki prediksi kapan banjir, kapan waktu kekeringan (dari data siklus curah hujan).
[11] Memperbaiki prediksi paleontologi, evolosi biota dari ikan ke mamalia, ke prosimian, evolusi homosapien.
[12] Prediksi sejarah kebudayaan, dan tingkat ekonomi misal bunga bank, banyak kepegawaian, kapan kejatuhan tingkat ekonomi global, dll.
[13] Perubahan parameter fisis bumi di tandai dengan adanya katastropi, misal perang dunia I, malaise 1930, perang dunia II, 1965 komunis – liberalis, Perang Timur- Tengah, juga terakhir malaise 2000. Perubahan terus terjadi, dan perang akan hanya merugikan diri sendiri. Maka hanya berbuat baiklah yang menguntungkan diri sendiri. Kedepan adalah masa sejahtera karena tahu hal itu.
___________ -:- ___________
Referensi:
Maryanto. Versi singkat – 18 Desember 2005. Teori SALAM dan Pakem Evolusi Jagadraya Menuju Dunia Sejahtera. “Mekah sebagai Pusat Superkontinen (Pangea) sepanjang masa 7 giga annum umur tatasurya”. Pengetahuan Alam – 1.
Catatan:
> Paper di atas juga pernah di muat SMA Muhammadiyah 3 (SMA Muga), Yogyakarta. Januari 2006.
> Referensi u/ teori SALAM: 1>> Maryanto, 2003, SALAM Hypothesis, JCC HAGI (HIMPUNAN AHLI GEOFISIKA INDONESIA) - IAGI (IKATAN AHLI GEOLOGI INDONESIA), Jakarta, Desember 2003, poster. Awarded the Best Poster. & 2>> Maryanto, 2004, SALAM Theory: the longest calendar matches to many global/universal cycles including the global tectonic/ stratigraphy evolution for wealth, 29th HAGI Annual Meeting, Yogyakarta, 5-7 October 2004.
_________________________ the end.

- Copyright © i - HIKMAH - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -